Keindahan alam di salah satu kawasan Taman Nasional Laiwangi Wanggameti memang tidak terbantahkan lagi. Lulukawaka di bagian hutan Ramuk begitu sejuk dan tak memunculkan rasa bosan untuk memandang kemolekan akan cantiknya alam. Kabut putih menyelimuti perbukitan disertai iringan suara kicau burung nan merdu membuat kita betah untuk berlama lama disana. Dibagian selatan terlihat gugusan Pulau Salura dan Samudera Indonesia yang membiru.
Baca Selengkapnya ►
Browse » Home »
Posts filed under ODTWA
April 28, 2015
Mei 17, 2014
Goa Liang bakul di Mahaniwa
![]() |
| Penampakan goa Liangbakul dari dalam |
Goa Liang bakul terletak di hutan Mahaniwa pada koordinat S10˚01'18.3"E120˚09'45.7”; dan berada pada ketinggian 880 mdpl. Merupakan Goa vertikal yang memiliki mulut goa ± 20 meter, kedalaman ± 8 meter dengan panjang lorong goa mencapai ± 100 meter lebih.
Lokasi goa Liangbakul termasuk di dalam wilayah kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) I Tabundung, Taman Nasional Laiwangi Wanggameti. Bagi para pecinta caving maka goa ini dapat dijadikan sebagai salah satu destinasi yang wajib dikunjungi karena memiliki panorama yang indah. Terutama panorama yang terlihat pada saat siang hari dimana cahaya matahari menerangi mulut goa.
Terdapat pula ornamen-ornamen goa berupa stalaktit dan stalagmit yang masih aktif. Tinggi stalagmit mencapai 2 meter lebih dan goa ini menjadi habitat bagi kelelawar. Jika kita masuk kedalam maka akan terlihat ribuan kelelawar dengan suara riuh mirip air terjun.
Untuk mencapainya dapat ditempuh dari Waingapu menuju desa Mahaniwa, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki selama ± 1 jam perjalanan. Sekilas gambaran tentang perjalanan menuju lokasi dapat dilihat pada video amatir berikut :
Salam Konservasi !
Mei 02, 2013
Goa Laikanggohu
Terletak di dalam kawasan Taman Nasional Laiwangi Wanggameti sebagai salah satu potensi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam yang menarik untuk dikunjungi dalam rangka study tour atau penelitian. Lokasi goa Laikanggohu tidak jauh dari La Pahar berada di blok hutan Ramuk pada koordinat S10°2'33.02" E120°7'48.10". Untuk menuju lokasi Goa Laikanggohu dapat ditempuh dengan berjalan kaki mulai dari desa Ramuk selama ± 6 jam perjalanan dibawah rindangnya kelompok hutan Laiwangi.
Di tengah perjalanan, bagi para pecinta burung dapat menjumpai keindahan berbagai macam jenis burung diantaranya endemic Sumba yaitu Bayan Sumba (Eclectus roratus), Walik rawamanu (Ptilonopus dohertyi), Kakatua jambul jingga (Cacatua sulphurea citrinocristata) dan masih banyak lagi yang lain.
Goa Laikanggoku memiliki mulut goa dengan ukuran ± 5 meter dengan kondisi fisiologi semakin ke dalam makin menyempit. Panjang goa pada arah horizontal adalah 15 meter, selanjutnya ditemui lorong goa arah vertical dengan diameter ± 2 meter dengan kedalaman diperkirakan lebih dari 10 meter. Didalamnya terdapat ornamen-ornamen goa berupa stalaktit dan stalakmit yang menarik. Stalaktit terbentukdari pengendapan kalsium karbonat dan mineral lainnya, yang terendapkan pada larutan air bermineral.
![]() |
| Goa Laikanggohu tampak depan |
Berdasarkan hasil penggalian informasi dari masyarakat, konon kabarnya lorong goa Laikanggoku tembus hingga pantai Lailunggi (Samudera Indonesia). Asal mula pemberian nama Laikanggohu dikarenakan pada saat air laut pasang di pantai Lailunggi, maka akan terdengar deburan air di dalam goa tersebut. Selain itu nenek moyang masyarakat setempat konon pernah menenggelamkan sebuah perahu di dalam goa selanjutnya perahu tersebut di temukan di pantai Lailunggi.
| Goa Laikanggohu tampak dari dalam |
Salam Konservasi…!
Langganan:
Postingan (Atom)












