September 06, 2013

Mata air Kanjailu

Mata air Kanjailu
Terletak di wilayah kerja Resort Tawui tepatnya di blok hutan Ramuk. Oleh masyarakat setempat dinamakan Matawai Kanjailu (bahasa Sumba, matawai : sumber air; kanjailu : nama jenis pohon lokal). Berada pada koordinat S10°3'6.52" E120 8'34.12". Aliran air dari mata air Kanjailu ini cukup besar dan membentuk anak sungai.

Hal unik terlihat seperti mata air di tempat lain (didalam Kawasan Taman Nasional Laiwangi Wanggameti), yaitu muncul dari dalam tanah dimana disekelilingnya banyak terdapat bebatuan. Kondisi mata air ini masih sangat alami. Umumnya mata air Kanjailu dimanfaatkan oleh masyarakat pada waktu mereka pergi ke hutan dan pergi ke kampung lain untuk sekedar istirahat sambil minum air tersebut. 




Salam konservasi...!


Baca Selengkapnya ►

Maret 15, 2013

Mata air Kabanda

Mata air ini biasa disebut masyarakat sekitar sebagai mata air Kabanda dan terletak di di dalam  kawasan Taman Nasional Laiwangi Wanggameti yakni di Kelompok Hutan Wanggabewa tepatnya di hutan Kabanda. Terletak pada koordinat  Latitude 10° 7'7.33"S Longitude 120° 7'13.97"E termasuk dalam wilayah kerja Resort Tawui, SPTN WIlayah I Tabundung, Balai Taman Nasional Laiwangi Wanggameti. 

Lokasi mata air Kabanda

Tidak jauh dari mata air ini terdapat perumahan masyarakat yang sudah ada jauh sebelum Taman Nasional Laiwangi Wanggameti terbentuk. Rumah-rumah yang ada beserta masyarakat di dalamnya tersebut merupakan bagian dari desa Wanggabewa dan menjadi salah satu dusun yaitu dusun Kabanda.

Mata air Kabanda secara faktual berada di pinggir sungai kecil dengan di sekelilinganya banyak terdapat bebagai jenis tumbuhan, salah satunya contohnya adalah pohon Mara (Tetrameles nudiflora). Debit air tidak terlalu besar namun berdasarkan informasi yang ada menyatakan bahwa mata air Kabanda tersebut terus mengalir sepanjang tahun dan tidak pernah mati walau pada musim kemarau sekalipun. Air mengalir dengan warna yang jernih sehingga dimanfaatkan oleh masyarakat dusun Kabanda untuk keperluan sehari-hari misalnya untuk keperluan air minum.


Sumber mata air Kabanda

Sebagai salah satu potensi jasa lingkungan yang ada di dalam kawasan Taman Nasional Laiwangi Wanggameti, mata air Kabanda memberikan manfaat yang sangat berarti bagi masyarakat di sekitarnya. Sehingga masyarakat tersebut diharapkan dapat memanfaatkan mata air Kabanda secara bijak, yaitu memanfaatkan dengan tetap memperhatikan kelestariannya guna menjaga keseimbangan ekologis serta dapat dimanfaatkan untuk generasi-generasi selanjutnya di masa depan.

Salam Konservasi !
Baca Selengkapnya ►

Maret 01, 2013

Mata Air keramat di kelompok hutan Wanggabewa

Lokasi mata air
Mata air ini terletak di dalam kawasan Taman Nasional Laiwangi Wanggameti yaitu di wilayah kerja Resort Tawui, SPTN Wilayah I Tabundung, Balai Taman Nasional Laiwangi Wanggameti tepatnya di kelompok hutan Wanggabewa. Berada pada koordinat  Latitude 10° 7'32.61"S dan Longitude 120° 7'35.67"E. 

Salah satu jenis tumbuhan yang ada di sekitar mata air tersebut adalah Tanggala (Unidentified) dengan diameter lebih dari 20 cm. Disekelilingnya terdapat tumbuhan bawah dan semai diantaranya adalah Pandan hutan (Pandanus sp), Aren (Arenga pinnata) atau "Kanoru" dalam bahasa Sumba dan Sirih hutan (Piper sp).

Mata air
Berdasarkan informasi dari tokoh desa Wanggabewa diketahui bahwa mata air tersebut merupakan mata air keramat oleh masyarakat Marapu. Mata air ini muncul di sekitar akar pohon Tanggala. Dahulu lokasi mata air ini sering digunakan untuk ritual adat Marapu sehingga tidak sembarangan orang boleh memanfaatkannya. Mitos yang berkembang adalah bahwa mata air tersebut mampu berubah warna menjadi merah yang menandakan bahwa akan terjadi musibah di desa Wanggabewa.

Mitos lainnya adalah apabila dilokasi mata air sedang dilakukan ritual Marapu maka setiap orang yang melintas tidak boleh melihat, akan tetapi berjalan dengan membelakanginya, dan apabila dilanggar maka orang tersebut akan mendapatkan musibah. Namun sekarang mitos tersebut perlahan-lahan mulai memudar seiring berjalannya waktu dan jumlah masyarakat Marapu semakin berkurang dikarenakan sebagian dari mereka telah masuk Agama Kristen. 

Salam Konservasi!


Baca Selengkapnya ►
Flag Counter
 

Copyright © Resort Tawui TN MATALAWA Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger